Senin, 02 Juni 2014

LITERATUR UNTUK TEORI GRAF DALAM ILMU MATEMATIKA


LITERATUR UNTUK TEORI GRAF
1.       Latar Belakang 
Teori graf merupakan pokok bahasan yang sudah sangat tua usianya namun memiliki
banyak sekali terapan sampai saat ini. Graf dipakai untuk merepresentasikan objek –
objek diskrit dan hubungan antara objek – objek tersebut. Representasi visual dari graf
adalah dengan menyatakan objek – objek sebagai sebuah titik atau bulatan yang juga
sering disebut dengan verteks dan biasanya diberi lambang v, sedangkan hubungan
antara objek – objek tersebut dilambangkan dengan sebuah garis atau rusuk yang juga
sering disebut dengan edge dan biasa diberi lambang e.
Ada banyak jenis graf yang dapat digolongkan berdasarkan jenis rusuknya,
ataupun dapat juga digolongkan berdasarkan ada atau tidaknya arah pada rusuk dari
graf tersebut. Berdasarkan jenis rusuknya maka graf dibagi kepada 2 jenis yaitu graf
sederhana (simple graph) dan graf tak sederhana (unsimple graph). Adapun graf
sederhana adalah graf yang tidak mengandung gelang (loop) maupun rusuk ganda
(multiple edge). Sedangkan graf tak sederhana adalah graf yang mengandung rusuk
ganda dan dapat saja juga mengandung gelang. Adapun graf tak sederhana dapat
dibagi 2 yaitu graf ganda (multi graph) dan graf semu (pseudo graph). Graf ganda
adalah graf yang memiliki rusuk ganda tanpa memiliki gelang. Sedangkan graf semu
adalah graf yang memiliki gelang dan bisa juga sekalian memiliki rusuk ganda atau
hanya memiliki gelang tanpa rusuk ganda. Selanjutnya berdasarkan ada atau tidaknya
arah pada rusuk, maka graf dapat terbagi 2 yaitu graf tak berarah (undirected graph)
dan graf berarah (directed graph) yang biasa disebut juga digraf. Graf tak berarah
adalah graf yang setiap rusuknya tidak memiliki arah sehingga setiap rusuknya hanya
digambarkan berupa garis saja tanpa ada penunjuk arah. Sedangkan graf berarah
adalah graf yang setiap rusuknya memiliki arah tertentu sehingga rusuk – rusuknya
digambarkan berupa garis beserta tanda panah sebagai penunjuk arah tertentu.




2.       Pembatasan Masalah 
Permasalahan yang dibahas dalam penulisan ini adalah untuk sembarang graf yaitu
untuk semua model graf tanpa terkecuali baik dari graf sederhana maupun graf tak
sederhana.
3.       Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mencari dan menemukan suatu rumus yang tepat untuk mencari dan menghitung banyaknya jumlah seluruh subgraf dari graf.
4.       Manfaat Penelitian
Karena penelitian ini bertujuan untuk mencari suatu rumus yang tepat untuk
menghitung banyaknya subgraf dari graf sembarang, maka penulis mengharapkan
rumus yang berhasil ditemukan ini nantinya dapat berguna untuk menemukan dan
memetakan semua subgraf dari graf sembarang sehingga pada akhirnya akan lebih
memudahkan dalam penghitungan jumlah subgraf dari graf sembarang. Selain itu penulis juga berharap bahwa pada masa mendatang rumus ini dapat
dipakai untuk melahirkan rumus – rumus baru lainnya yang berguna untuk
menemukan suatu pola tertentu dari subgraf – subgraf yang bersifat khusus dari suatu
graf dan akhirnya dapat juga ditemukan suatu rumus untuk menghitung jumlah
subgraf – subgraf khusus tersebut. Misalkan untuk menghitung banyaknya subgraf
yang berbentuk graf terhubung (connected graph) dari suatu graf, subgraf yang
berbentuk graf teratur (regular graph), subgraf yang berbentuk bipartit (bipartite
graph), subgraf – subgraf yang isomorfik, subgraf – subgraf yang planar, maupun juga
untuk menemukan rumus untuk menghitung banyaknya subgraf – subgraf yang
memiliki lintasan Euler maupun lintasan Hamilton, dan lain – lain.
5.       Metodologi Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian literatur atau kepustakaan. Penelitian ini dilakukan dengan pertama kali melakukan kajian terhadap buku – buku mengenai teori graf maupun buku – buku matematika diskrit yang di dalamnya memuat topik – topik mengenai kombinatorika dan teori graf. Secara garis besar metodologi penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Mengumpulkan berbagai literatur yang berhubungan dengan
kombinatorika dan teori graf.
2. Mempelajari literatur – literatur yang telah dikumpulkan.
3. Mengamati dan meneliti berbagai macam contoh graf kemudian membuat
subgraf – subgraf yang memungkinkan dari graf – graf tersebut.
4. Menyusun dan mengelompokkan subgraf – subgraf secara baik dan teratur
dengan tujuan untuk mencari dan menemukan suatu pola tertentu
mengenai pembentukan subgraf ini.
5. Membuat dugaan – dugaan dari pola – pola yang telah didapat untuk
selanjutnya dijadikan acuan dasar dalam membuat rumus yang tepat untuk
menghitung jumlah subgraf dari suatu graf.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar