Minggu, 13 Juli 2014

CARA BERPAKAIAN YANG BAIK

Pandangan Masyarakat Terhadap Adanya Budaya Pakaian yang Ketat dan Terbuka Di Dunia Pendidikan dan Penanganannya
a. Aparat keamanan

Pandangan aparat keamanan mengenai pelajar dan mahasiswa yang memakai pakaian terbuka dan ketat di kota Malang. Seorang Polisi dari KAMTIBMAS mengatakan bahwa adanya pelajar dan mahasiswa memakai pakaian yang ketat atau terbuka banyak memicu tindak kriminal seperti pelecehan dan pemerkosaan. Korban pelecehan atau pemerkosaan pada umumnya dialami oleh para pelajar atau mahasiswa perempuan, karena mereka merupakan obyek yang melakukan atau memakai pakaian tersebut. Bentuk tubuh perempuan cukup membuat para laki-laki merasa terangsang untuk melakukan pelecehan maupun pemerkosaan. Dalam mengatasi masalah ini diperlukan kerjasama oleh banyak pihak terutama orang tua dan guru untuk memberi pengertian kepada putra-putrinya.

b. Tokoh Agama
Para tokoh agama sangat mengkhawatir dengan adanya para pelajar dan mahasiswa yang memakai pakaian ketat dan terbuka di lingkup dunia pendidikan karena mereka merupakan penerus bangsa dan negara. Memakai pakaian yang terbuka dan ketat tidak sesuai dengan ajaran agama Islam. Padahal dalam Al-Quran telah dijelaskan etika berpakaian yang harus dilaksanakan seorang muslim. Terutama oleh muslimah, karena aurat perempuan adalah seluruh tubuh kecuali wajah, tangan dan telapak kaki. Namun yang terjadi pada saat ini malah sebaliknya para perempuan cenderung memamerkan tubuhnya dengan rasa bangga di depan umum. Upaya yang dapat dilakukan untuk menangani masalah ini dengan lebih meningkatkan pengetahuan agama para pelajar dan mahasiswa, sehingga mereka mempunyai pengetahuan agama yang luas dan didorong untuk melaksanakannya dalam kehidupan mereka sehari-hari.

c. Tokoh Akademisi

Para akademisi memandang pelajar dan mahasiswa yang memakai pakaian yang ketat dan terbuka dalam dunia pendidikan merupakan kemajuan zaman yang berdampak kepada lunturnya budaya sopan santun yang selama ini menjadi identitas bangsa dan negara Indonesia. Masalah ini perlu segera diselesaikan, upaya yang dapat ditempuh dengan membiasakan budaya malu kepada pelajar dan mahasiswa. Para pendidik baik di sekolah maupun di kampus sebaiknya mendidik mereka dengan menumbuhkan rasa malu pada diri sendiri. Cara yang dapat ditempuh dengan meminta pelajar atau mahasiswa yang berpakaian ketat dan terbuka untuk menghapus papan tulis, dengan cara seperti itu secara langsung bagian belakang dari pakaian yang ketat akan terangkat dan punggung dari pelajar atau mahasiswa tersebut akan kelihatan oleh teman-temannya. Teman-teman yang melihatnya secara spontan akan menertawakannya. Dan inilah yang membuat orang bersangkutan tersebut merasa malu.

d. Tokoh Masyarakat

Menurut pendapat seorang tokoh masyarakat, adanya pelajar dan mahasiswa yang memakai pakaian yang ketat atau terbuka semuanya tergantung pada keadaan orang tua, lingkungan masyarakat dan lingkungan sekolah. Pelajar dan mahasiswa tumbuh dan berkembang dengan baik karena pengaruh pendidikan yang diberikan oleh orang tua, karena orang tua adalah pendidik pertama dan utama. Beliau juga mengatakan: timbulnya pelajar dan mahasiswa yang memakai pakaian ketat dan terbuka dapat dikurangi dengan cara memperbaiki kekurangan yang ada dalam keluarga, termasuk dalam perbaikan pola pendidikan  keluarga.
Perbaikan pola  pendidikan dapat dilaksanakan dengan menambah pengetahuan orang tua untuk mendidik putra-putri mereka secara tepat sesuai dengan perkembangan zaman yang terus berkembang, sehingga dengan demikian budaya sopan dalam berpakaian tetap dapat di pertahankan.

 Alternatif Penanganan Lunturnya Budaya Berpakaian Sopan Dalam Dunia Pendidikan
Dengan melihat realita yang terjadi terhadap masalah berkembangnya trend pakaian di dunia pendidikan yang semakin melunturkan etika sopan santun, sehingga diperlukan alternatif model penanganan yang perlu diuji cobakan terhadap permasalahan yang sedang terjadi. Adanya model ini tidak terlepas dari alternatif penanganan yang telah dilakukan pada waktu yang lalu, karena diperolehnya model ini dengan cara mengkaji penanganan yang telah dilakukan. Misalnya:  penetapan seragam untuk para pelajar.
Model penanganan untuk masalah ini dapat dilakukan dengan membiasakan para pelajar dan mahasiswa untuk memakai pakaian yang formal. Pembiasaan ini dapat dilakukan waktu pelajar atau mahasiswa baru mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah atau di kampus tersebut. Pembiasaan tanpa ada aturan akan terasa kurang tepat, sehingga untuk memecahkan masalah ini diperlukan aturan dan sanksi yang tegas dari lembaga yang bersangkutan.
Menetapkan aturan cara berpakaian, sebagai salah satu alternatif yang dapat diikuti dengan cara-cara sebagai berikut:
Memasang poster yang berisi moto-moto di sekolah-sekolah atau di kampus, sehingga dengan mudah akan dibaca oleh pelajar dan mahasiswa. Supaya isi moto-moto tersebut dapat dilaksanakan oleh pelajar dan mahasiswa diperlukan aturan-aturan yang tegas dengan sanksi yang tegas. Salah satu contoh tulisan untuk membuat seseorang memakai pakaian yang sopan dapat dibuat tulisan sebagai berikut: Tiada kesan tanpa penampilan yang baik. Penampilan yang baik tercermin  dari pakaian yang kita pakai.
Cara untuk mendapatkan citra berpakaian yang baik dapat dilakukan upaya sebagai berikut:
a.                  Memakai pakaian dengan ukuran yang pas.
b.                  Usahakan pakaian rapi dan tidak kedodoran.
c.                  Usahakan model pakaian yang sopan (pakaian atasan menutup bagaian atas sampai ke pinggang, berkerah, lengan tertutup sampai ke bahu, pakaian bagian bawah harus longgar, menutup bagian tubuh sampai ke pinggang, dan semuanya baik atasan maupun bawahan longgar)
d.                  Pilih warna yang tidak menyolok dan bertabrakan.
e.                  Pilih model pakaian yang tidak terlalu kuno.
Aturan seperti di atas perlu ditulis dan dijadikan aturan yang resmi sehingga para pelajar dan mahasiswa sulit untuk melanggarnya. Dengan aturan seperti di atas pelajar dan mahasiswa masih dapat menentukan model pakaian yang mereka inginkan namun hanya mode pakaian tertentu yang dapat dipakai. Kesan terlalu mengikat juga masih dapat dihindarkan, sehingga dengan cara seperti ini pelajar dan mahasiswa tidak akan memprotes keputusan yang telah dibuat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar